Bahagia itu sederhana ??

Prolog : liburan tahun baru ini banyak yang memposting di ig,fb atau status wa mereka, ada yang lagi berlibur di hotel, wahana, atau bahkan sedang asyik bermain di halaman rumah yang menarik beberapa tampil memberikan tag yang mungkin tidak asing dimata atau telinga kita ” bahagia itu sederhana”.

Lalu menurut anda bagaimana bahagia itu ?, apakah sesederhana itu atau mungkin banyak variabel didalamnya. Bisa jadi kita makan nasi saduk’an/kucing dipinggir jalan sudah sangat nikmat dan bahagia, ataukah memang budjet kita hanya mampu membeli nasi di pinggir jalan bukan makan di cafe atau minimal rumah makan ya yang standart nasi padang atau pak mc donald,

jika hal itu yang terjadi itu berarti kita terpaksa atau dipaksa bahagia karena keaadan, apalagi dengan posting agar menunjukkan bahwa diri kita bersyukur atas nikmat sederhana yang diberikan, padahal di lain waktu kita menggerutu akibat bahagia yang sangat sederhana tersebut.

Menurut plato “bahwa manusia memiliki beragam keinginan, tujuan, cita-cita, hasrat, dan ambisi yang saling tumpang tindih di dalam dirinya ” ,

bahagia itu adalah sesuatu keinginan yang begitu banyak dan tidak teratur dan terbagi dalam banyak hal sehingga perlu dikordinir atau direncanakan keinginan mana yang lebih didahulukan
Orang seringkali tidak menyadari beragam keinginan saling bertarung di dalam dirinya ini, karena dibutuhkan kemampuan berpikir reflektif dan kritis yang tinggi untuk mengenalinya, tapi bagaimana untuk menjadi pribadi seperti itu pasti butuh proses dan itu tidak mudah.

Berbeda definisi dengan plato, aristoteles mengungkapkan bahwa bahagia itu yang terpenting adalah tujuan, akan tetapi jika kita telaah lebih lanjut jika tujuan bahagia itu seperti pemenuhan hasrat-hasrat, sebagai contoh jika parameter yang diambil adalah tujuan hasrat/keinginan maka tolak ukur kebahagiaan setiap manusia pasti berbeda, hari ini kita cukup makan soto dengan daging ayam sedikit, besok kita butuh soto dengan ayam yang cukup plus krupuk, lusa bisa jadi kita akan lebih bahagia jika kita makan nasi rendang.

Sehingga fokus kepada tujuan juga sangat relatif dan bisa berubah kapanpun, dimanapun dan sangat tergantung dengan kondisi dan situasi. bisa jadi kebahagian sesorang disini, sedangkan penderitaan bagi seseorang yang lain, bahagiamu adalah deritaku atau istilah bahagia diatas penderitaan orang lain, trus piye Jon..

Jika kita bisa ambil kesimpulan awal yang ingin diungkapkan oleh plato dan aristoteles disini adalah bahagia itu adalah keseimbangan, yaitu mengkondisikan keinginan dalam hal yang seimbang atau tidak terlalu condong,

boleh juga disebut harmoni, kalau kita bayangkan harmoni seolah-olah kita melihat suatu music orkestra dimana terdapat begitu banyak alat musik yang berbeda baik fisik maupun bunyi yang dihasilkan tetapi ketika sang maestro memimpin bunyi alat musik yang berbeda-beda itu seolah-olah menyatu menjadi harmoni suara yang indah. Dan ini adalah bentuk keseimbangan, dengan mengkondisikan setiap alat musik baik itu dengan ritme cepat atau pelan tetepi tetap semuanya saling mendukung untuk menghasilkan suara yang selaras sesuai dengan keinginan dan tujuan sang maestro.

Jika bahagia adalah keseimbangan maka ada faktor yang mempengaruhi keseimbangan seperti Unexpected faktor. Pada suatu malam hari dengan kondisi keadaan perut yang lapar dan tidak ada makanan apapun, tiba-tiba di sudut meja makan kita melihat ada nasi goreng yang lezat dengan telor dadar diatasnya saking senangnya kita mengambil nasi goreng tersebut secara tergesa-gesa dan pegangan piring tersebut terlepas dari tangan dan jatuh ke tanah pecah bersama dengan nasgor dan telor dadar, alih-alih makan nasi goreng yang lezat kita malah disodori situasi/keadaan yang tidak menyenangkan ini disebut unexpected.

Secara spontan dan dominan perasaan emosi dan kecewa pasti akan muncul, disini balanced berperan sangat penting dengan mengambil jarak sebentar sebelum keputusan keluar atau diambil, atau istilahnya akal/nalar berusaha melawan kekecewaan tersebut dengan melakukan bantahan/argumen apabila emosi menjadi begitu dominan.

Faktor unexpected ini akan banyak terjadi dalam suatu kehidupan seperti kegelisahan, kekecewaan, dsb itu menjadi lawan dari bahagia atau bisa disebut antibahagia, sehingga bahagia menjadi titik yang sempit atau bahkan hilang jika tertimpa unexpected situation.

Dikarenakan unexpected ini adalah faktor yang tidak kita ketahui atau irrational, maka kita akan berpikir bagaimana cara untuk mengetahui yang irrational itu sendiri, disini faktor religi berperan besar, karena ranah irrational adalah ranah diluar kekuatan kita sehingga ilmu atas religi diperlukan untuk antisipasi atas unexpected faktor.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid: 22-23). Dari ayat diatas tersebut bisa kita ketahui bahwa hasrat/keinginan itu sudah diantisipasi oleh Tuhan, dengan menunjukkan bahwa semua yang terjadi itu sudah ditentukan sebelum awal mula kejadian, dan apabila hasrat kita tidak terpenuhi atau unexpected terjadi hendaknya kita tetap berpikir positif bahwa hal tersebut sudah ditentukan, begitu pula sebaliknya apabila terpenuhinya hasrat tidak membuat kita lupa atau bangga, sehingga sekali lagi kita diajarkan oleh Tuhan mengenai keseimbangan itu sendiri.

ada pula antibahagia selain unexpected faktor yaitu sebuah angan-angan dan harapan atau bisa disebut gambaran/bayangan akan future/masa depan, gambaran atau bayangan tersebut bisa menimbulkan kesenangan,ketakutan atau kekuatan yang pasti hal yang ditimbulkan tersebut belum terjadi, gambaran tersebut muncul berdasarkan acuan atas kondisi saat ini/aktual, dengan melihat atau membandingkan dengan kondisi aktual orang lain yang secara emosional bisa menstimulasi positif atau negatif, tetapi seperti yang kita ketahui jika stimulan tersebut positif dengan kadar tertentu maka hal tersebut bisa bermanfaat tetapi apabila ketakutan atas gambaran/bayangan tersebut maka akan mempengaruhi kebahagiaan itu sendiri.

syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [ QS. Al Baqarah : 268 ]. Angan-angan atau ketakutan akan apa yang terjadi jika kebaikan dilakukan adalah bentuk ketidakseimbangan, untuk itu diperlukan sisi kebaikan untuk melawan antibahagia ini, tetapi takaran kebaikan yang dilakukan juga harus seimbang tidak melebihi ketakutan atas kekhawatiran yang terjadi, dan tolak ukur setiap masing-masing individu adalah berbeda dan tidak bisa disamakan antara yang satu dengan yang lain.

Dialog 1: seting di sebuah warung nasi pecel di sore hari seorang pelanggan yang sudah terlalu sering datang ke warung tersebut mengajak bicara

Mrx: ” mbakyu piye dagangannya hari ini laris”, sambil mengkremes rempahan peyek untuk ditaburkan ke nasi pecel

Mrs Z: ” ya begitulah mas, akhir-akhir ini sering sepi”, sambil ngelap piring

Mr X: ” loalah kenapa ya mbakyu” sambil mengernyitkan dahi dengan nada serius

Mrs Z:” banyak saingan mas sekarang, “

Mr x:” sama saja mbakyu, sekarang jualan juga makin sulit omzet saya turun,cukup lumayan juga bisa puluhan juta turunnya”

Mrs Z: sambil ngulek sambel mrs Z, ngedumel, “lha kalo sampean turun puluhan juta masih bisa beli nasi pecel puluhan kali mas, lha kalo saya warung sepi ya gak bisa makan mas”

Mr X: “hehehh sori mbakyu”, sambil berkeringat trus berpikir, kayanya saya mengeluh tidak pada waktu yang tepat

Mrs Z: sambil lebih cepet nguleknya, “kalo bandingin itu ya mbok apple to apple mas jangan apple to durian, bisa bonyok mas”,

Mr x:”hehehe iya mbak yu maaf keceplosan, berapa mbak yu seperti biasanya ya” sambil cepet-cepet ngeloyor pergi , dua langkah keluar dari warung mr x berpikir keras, penjual nasi pecel ini tau bahasa apple to apple ya ternyata, gila gumamnya sambil geleng-geleng segera masuk ke dalam mobil.