Balanced Score card dan Relevansinya

Prolog : Selama ini pengukuran suatu kinerja perusahaan pada umumnya hanya berdasarkan pada kinerja keuangan saja, sehingga untuk menentukan keberhasilan suatu organisasi hanya diukur dari neraca finansial, padahal jika kita mengetahui bahwa suatu organisasi itu terdiri atas beberapa bagian marketing, hrd, produksi sehingga penentuan keberhasilan ini tidak hanya dari bagian accounting dan keuangan saja, tetapi keseluruhan komponen bekerja bersama untuk satu tujuan atau sesuai dengan strategi yang diterapkan, dan balanced score card ini hadir sebagai control atas strategi tersebut dengan pengukuran atau parameter yang diterapkan di tiap bagian atau departemen.

Tetapi apakah benar alat pengukur kinerja ini dapat diterapkan di suatu organisasi atau perusahaan, seringkali balanced score card tidak dapat diterapkan di suatu perusahaan disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

  • Tidak pahamnya pelaku organisasi untuk menerapkan strategi mereka. Kurang pahamnya pelaku organisasi atas penerapan strategi dalam bentuk indikator seringkali menjadi masalah untuk penyusunan balanced scorecard, bisa jadi karena penetapan indikator dianggap sesuatu yang baku atau tidak bisa diubah, sehingga penyusunan tersebut tak kunjung selesai bahkan menemui jalan buntu, hal ini perlunya fokus atas target suatu organisasi baik itu target jangka panjang maupun jangka pendek perusahaan, sehingga indikator penyusunan balanced scorecard harus mengacu pada dua hal tersebut, goal/tujuan perusahaan.
  • Perbedaan Visi dan Misi perusahaan dengan strategi yang akan diterapkan. Visi dan misi dibentuk sebagai dasar atas tujuan organisasi tersebut berdiri, visi adalah tujuan organisasi dalam jangka panjang, sedangkan misi adalah tujuan organisasi dalam jangka pendek, perusahaan yang dibangun puluhan tahun lamanya bisa jadi tidak sesuai visi dan misi pada waktu itu dengan era sekarang, pentingnya evaluasi misi dan misi ini sebagai bentuk untuk menentukan fokus perusahaan terhadap arah dan tujuan, karena suatu strategi yang akan dilakukan juga mengacu atas visi dan misi ini, penambahan atau perubahan visi dan misi ini perlu dilakukan, jadi seperti point pertama, strategi maupun visi dan misi bukanlah hal baku seperti kitab suci yang tidak boleh diubah, fleksibilitas disini adalah kuncinya untuk dapat terus bertahan di era persaingan.
  • Idealisme yang berlebihan. Idealisme diperlukan dalam hal tertentu, tetapi seperti yang kita ketahui bisnis dan arah strategi bisa berubah setiap periode, tergantung pada pasar, kompetitor, bahkan politik sekalipun, kesalahan penyusunan indikator dengan mengandalkan teoritis saja seperti dengan memakai perbandingan atau benchmark perusahaan yang besar malah menjadi overidealis, sehingga perlunya analisa yang sesuai dengan budaya organisasi, dan yang dapat dipraktekkan di perusahaan tersebut, bukankah setiap budaya organisasi setiap perusahaaan adalah berbeda, jadi jika anda adalah orang lama dalam perusahaan maka anda sudah menguasai peta organisasi perusahaan tersebut, sehingga lebih mudah membuat indikator yang lebih sesuai atau bisa berjalan dengan smooth sesuai dengan budaya organisasi perusahaan tersebut.
  • Balanced scorecard bukan hanya untuk manajemen atas. Balanced scorecard yang disusun tidak melibatkan pelaku organisasi akan menyulitkan untuk dilaksanakan, sehingga disini peran manajemen untuk mensosialisasi maupun menerapkan untuk seluruh karyawan harus dilakukan, jadi bukan hanya sebagai formalitas penilaian saja, atau berupa data-data yang terlihat baik agar atasan senang, tetapi balanced scorecard ini menjadi acuan bagi setiap department untuk berusaha mewujudkannya sehingga menjadi suatu kebiasaan dan membentuk budaya organisasi yang orientasinya ke kinerja.
  • Countinous improvement. Ini adalah inti dari sebuah strategi atau analisa apapun, sebuah balanced scorecard yang telah disusun dan dapat dilaksanakan dengan baik, hendaknya selalu dicontrol, dan selalu diperbarui sehingga tidak hanya sebagai penilaian kinerja saja, tetapi balanced scorecard yang terus dikembangkan benar-benar bisa digunakan sebagai mapping atas tujuan suatu organisasi perusahaan dan bisa sebagai alert/ peringatan ketika perusahaan tersebut mengalami masalah.

—to be countinued—-